Sabtu, 06 Juni 2009

ANALISA KONSEP SOSIAL BUDAYA TERHADAP EPILEPSI


SISI EMIK
Penyakit Menular
Sebagian masyarakat awam menganggap bahwa epilepsy atau yang biasa mereka sebut “ Mati-mati Ayam “ adalah penyakit menular, sehingga bila seseorang terkena epilepsi maka otomatis akan dikucilkan dan tidak boleh didekati atau yang paling parah orang tersebut diusir dari wilayah tempat tinggal mereka,
Kemasukan Setan
Masyarakat menganggap Epilepsi adalah penyakit kemasukan setan karena gejala yang timbul dari epilepsy adalah kejang-kejang yang tidak terkontrol seperti sedang kerasukan Setan / Roh Halus.
Guna-guna / Dikasih-kasih orang
Sebagian masyarakat juga beranggapan bahwa epilepsy bukan penyakit melainkan guna-guna atau dikasih-kasih orang karena gejala yang ditimbulkan cukup aneh, yaitu : kejang-kejang dengan mulut yang berbusa.
Tidak Boleh Disentuh
Pada saat terjadi serangan, penderita tidak boleh disentuh / dibiarkan saja nanti berhenti sendiri. Sebagian masyarakat menganggap jangan disentuh karena menular tetapi ada juga yang beranggapan jangan disentuh karena bisa menyebabkan kematian.
Tidak Boleh Kena Air
Karena bisa meninggal kalau terkena air walaupun hanya percikan saja.


Bantal Penderita Harus Dibakar
Masyarakat menganggap bahwa bantal penderita pasti sudah terkontaminasi dengan air liurnya yang merupakan media penyebaran penyakit tersebut sehingga bantalnya harus dimusnahkan.
Tidak Boleh Masuk Kurungan Ayam
Sebagian masyarakat menganggap gejala Epilepsi sama dengan mati-mati ayam (Ayam yang sekarat setelah disembelih ), Sehingga orang-orang yang sehat dilarang masuk kurungan ayam karena bisa terkena Epilepsi, sedangkan bagi penderita, tidak boleh masuk Kurungan Ayam karena bisa terkena serangan mendadak / kumat.

SISI ETIK
Epilepsi adalah penyakit dengan kelainan pada fungsi serebral yang disebabkan oleh pelepasan muatan listrik yang abnormal yang ditandai dengan gejala-gejala kejang ( konvulsi ).Jadi Epilepsi bukan penyakit menular dan tidak disebabkan oleh bakteri, virus, jamur dsb yang merupakan sumber penularan penyakit.
Epilepsi bukan kemasukan setan
Kejang-kejang terjadi disebabkan oleh pelepasan muatan listrik yang abnormal diotak sehingga terjadi respon motorik ( kejang-kejang ) sebagai manifestasinya.
Epilepsi bukan guna-guna
Mulut berbusa ( air liur berlebihan ) terjadi karena terganggunya kesadaran sehingga lidah jatuh kebelakang dan kelenjar saliva tidak dapat mengontrol produksi saliva (air liur).
Penderita boleh disentuh
Pada saat terjadi serangan penderita boleh disentuh & sebaiknya disentuh karena :
a. Pakaiannya harus dilonggarkan untuk melancarkan pernafasannya.
b. Memiringkan kepala ke salah satu sisi untuk membebaskan saluran nafas.
c. Memasang spatel lidah yang dibungkus kain kasa untuk mencegah agar lidah tidak tergigit
d. Lendir yang berlebihan harus diisap agar tidak menyumbat jalan nafas.
e. Memberikan O2 bila kejang terlalu lama atau pernafasan buatan.
Boleh terkena air, yang tidak boleh adalah berenang karena bila terjadi serangan tiba-tiba dapat menyebabkan kematian (Tenggelam).
Bantal penderita tidak perlu dibakar karena air liur penderita Epilepsi tidak menular.
Tidak ada pengaruh antara masuk kurungan ayam dengan terkena Epilepsi karena Epilepsi bukan penyakit dari ayam

ANALISA PENYELESAIAN MASALAH
Dari beberapa pandangan masyarakat tentang Penyakit Epilepsi, didapatkan bahwa masih banyaknya pandangan yang keliru mengenai penyakit Epilepsi, sehingga masyarakat cenderung untuk bersikap masa bodoh terhadap penyakit tersebut.
Oleh karena itu, tugas kita sebagai seorang petugas kesehatan untuk dapat mengubah pandangan tersebut sehingga masyarakat tahu & mampu memberi pertolongan bila dihadapkan pada kasus Epilepsi ini.
Adapun upaya-upaya yang harus dilakukan untuk mengubah pola pikir masyarakat adalah :
1. Memberikan penyuluhan tentang Epilepsi, bahwa penyakit ini bukan penyakit menular dan bisa disembuhkan asal berobat dini & teratur serta memberikan pemahaman yang benar tentang pandangan/persepsi yang terlanjur dianut oleh masyarakat.
2. Bagi mereka yang anggota keluarganya menderita Epilepsi, diberi penjelasan khusus mengenai penanganan & perawatan pada saat terjadi serangan. Jadi peran serta keluarga / keterlibatan keluarga sangat diharapkan.
3. Melakukan pendekatan sosial & budaya agar dapat memahami mengapa masyarakat berpandangan seperti itu, sehingga memudahkan kita dalam memberikan pendidikan kesehatan.

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda